Senin, 03 Desember 2018 0 komentar

PERAN APLIKASI SIPINDO (SISTEM INFORMASI PETANI INDONESIA) BAGI PERKEMBANGAN AGRIBISNIS DI INDONESIA – Janeffer Flaurence Tarehy – 522016079

PERAN APLIKASI SIPINDO (SISTEM INFORMASI PETANI INDONESIA) BAGI PERKEMBANGAN AGRIBISNIS DI INDONESIA


Hai teman-teman, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah artikel yang membahas mengenai peran sebuah aplikasi pertanian berbasis android yang dapat membantu mempermudah kegiatan pertanian bukan hanya bagi petani, namun juga bagi mitra penyuluh dan pedagang. 
Aplikasi ini bernama SIPINDO (Sistem Informasi Petani Iindonesia),  yaitu aplikasi bagi petani yang bekerja sama produsen benih sayuran PT East West Seed Indonesia (Ewindo) bersama konsorsium G4AW SMARTseeds, menambah fitur baru untuk meningkatkan keuntungan bagi petani. SMARTseeds sendiri merupakan proyek dari Geodata for Agriculture and Water (G4AW) yang didanai oleh Netherlands Space Office (NSO), salah satu dari 17 projek di seluruh dunia.
Nah, untuk mengetahui lebih lengkapnya mengenai apa saja keunggulan dan peranan aplikasi ini, teman-teman bisa membacanya pada artikel saya yang saya angkat dari tugas akhir mata kuliah SIP (Sistem Informasi Pertanian) dengan mengklik link di bawah ini.
Klik DISINI

Alasan mengapa saya mengangkat artikel ini dapat dicek DISINI

Semoga bermanfaat ^_^


Referensi

Hakim S, Rachmad, dan Ir. Sutarto, M.Si. 2009. Mastering JAVA. Elex Media Komputindo: Jakarta.
Jogiyanto H.M, 1999. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Andi: Yogyakarta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1998. Pustaka Amani: Jakarta.
Newswire. 2018. Aplikasi Sipindo Semakin Untungkan Petani.  http://industri.bisnis.com/read/20181012/99/848939/aplikasi-sipindo-semakin-untungkan-petani
Santoso, Harip. 2006. Membuat Database pada SQL Server 2000 Menggunakan VB 6. PT Elexmedia Komputindo: Jakarta.



Pemanfaatan Serbuk Buah Pepaya Untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) - Melfa Br Sirait - 522016066



PEMANFAATAN SERBUK BUAH PEPAYA UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)

Hasil gambar untuk gambar serbuk buah pepaya
Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C.
Pepaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "pepaya".
Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma, bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan, rasanya seperti buah melon (Suprapti, 2005).
Lebih dari seperempat jumlah populasi dunia saat ini menderita hipertensi. Di indonesia banyaknya penderita hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui fakor resikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia (Smeltzer, 2001).
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya (Notoatmodjo, 2005).
Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala khusus. Menurut Notoatmodjo (2005), gejala-gejala yang mudah diamati antara lain yaitu : gejala ringan, pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa pegal, telinga berdengung, sukar tidur, sesak nafas, rasa berat di tengkuk, mudah lelah, mata berkunang-kunang, mimisan (keluar darah dari hidung).
Penatalaksanaan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat dilakukan dengan dua jenis yaitu penatalaksanaan farmakologis dan penatalaksanaan non farmakologis. Pengobatan hipertensi juga dapat dilakukan dengan terapi herbal. Untuk tanaman herbal sendiri ada lima macam cita rasa dari tanaman obat yaitu pedas, manis, asam, pahit, dan asin. Penyajian obat-obatan herbal khususnya dalam terapi hipertensi disuguhkan dengan beberpa cara, misalnya dengan dimakan langsung, disajikan dengan dibuat jus untuk diambil sarinya, diolah menjadi obat ramuan ataupun dimasak sebagai pelengkap menu sehari-hari (Wiryowidagdo, 2002).
Salah satu pengobatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan mengkonsumsi air rebusan daun pepaya, namun banyak kalangan yang tidak menyukainya sehingga kami berinovasi untuk membuat ramuan atau obat dari buah pepaya. Dimana buah pepaya sangat baik untuk kesehatan (Depkes, 2007).

Untuk file lebih lengkapnya bisa di Download DI SINI 
Alasan mengangkat artikel ini bisa dilihat DI SINI

DAFTAR PUSTAKA

DepKes RI. 2007. Lampiran keputusan Menteri Kesehatan Nomor :381/Menkes/SK/III/2007 mengenai Kebijakan Obat tradisionalNasional Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Notoatmodjo, S. 2005. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Smeltzer, C. S & Bare, G. B. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medica Medah Edisi8. Jakarta. EGC.
Wiryowidagdo, S & Sitanggang, M. 2002.Tanaman Obat untuk Penyakit Jantung, Darah Tinggi, dan Kolestrol. Jakarta. PT Rgomedia Pustaka.

Senin, 05 November 2018 0 komentar

Cara Budidaya Tanaman Hias Bunga Krisan

 

 

·         Pemilihan Lahan
Jika anda ingin menghasilkan bunga krisan yang cantik dan ideal, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah memperhatikan pemilikihan lahan untuk ditempati budidaya bunga krisan. Tanaman hias bunga krisan  akan mengalami pertumbuhan yang sangat baik jika hidup di tempat yang memiliki suhu antara 20 samoai dengan 26 derajat celcius. Jadi sebelum melakukan budidaya pastikan suhu tempat budidaya memnuhi.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kelembaban udara yang diperlukan untuk budidaya bunga krisan cukup tinggi, utamanya pada masa pembibitan. Antara 90 sampai dengan 95 persen. Tanaman yang satu ini juga dapat tumbuh dengan baik di wilayah yang memiliki ketinggian 700 hingga 1200 meter di atas permukaan air laut.

·         Persiapan Lahan
Setelah menentukan lahan yang tepat untuk dijadikan tempat yang ideal untuk memulai melakukan budidaya tanaman hias bunga krisan, maka selanjutnya anda harus mempersiapkan lagan dengan cara mengolahnya. Pengolahan bisa dilakukan dengan cara penggemburan tanah dan menambahkan pupuk kandang serta dolomit untuk meningkatkan kesuburan dan menjaga tingkat keasaman tanah. Tanaman krisan akan tumbuh dengan baik jika memperoleh asupan air yang baik, oleh sebab itu pengaturan drainase dan aliran air juga harus diperhatikan dengan seksama.
·         Penanaman Bibit
Setelah ke-2 proses diatas telah dilakukan dengan benar dan tepat maka  langsung masuk ke proses penanaman bibit. Sebelum bibit ditanam, sebaiknya dilakukan pemilihan terlebih dahulu untuk mendapatkan bibit dengan kualitas yang baik. Bibit yang berkualitas biasanya juga diperoleh dari indukan yang berkualitas pula. Pilih bibit yang sehat dan terbebas dari hama.
Bibit yang bagus adalah bibit yang memiliki akar merata dan setidaknya memiliki 4 sampai dengan 5 daun hijau yang tumbuh. Setelah bibit siap langsung masuk ke proses penanaman. Sebaiknya penanaman dilakukan satu bulan setelah tanah atau lahan dibuat guludan-guludan.
Tanam bunga krisan dengan kerapatan 70 tanaman per meter persegi. Sebelum ditanam sebaiknya tanah dibasahi terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan over irigasi. Setelah semua tanaman selesai ditanam, lakukan perawatan secara rutin untuk menjaga pertumbuhan bunga krisan.
Demikianlah informasi singkat mengenai  Cara Budidaya Tanaman Hias Bunga Krisan dengan Mudah,semoga bermanfaat.

Sumber: 

KONSEP PERTANIAN ORGANIK
Hasil gambar untuk pertanian organik
Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang bertujuan untuk tetap menjaga keselarasan (harmoni) dengan sistem alami, dengan memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal mungkin proses-proses alami dalam pengelolaan usaha tani (Kasumbogo Untung, 1997). Pertanian organik menghindari penggunaan pupuk dan pestisida sintetik, ZPT dan perangsang lainnya yang mengandung bahan-bahan kimia buatan (Saragih. 2008). Dengan kata lain pertanian organik suatu sistem pertanian yang tidak menggunakan bahan kimia buatan; mewujudkan sikap dan perilaku hidup yang menghargai alam; dan berkeyakinan bahwa kehidupan adalah anugerah Tuhan yang harus dilestarikan (Joko Prayogo dkk., 1999).
Kegunaan budidaya organik pada dasarnya adalah untuk membatasi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh budidaya kimiawi atau yang seringkali disebut sebagai pertanian konvensional. Meskipun sistem pertanian organik dengan segala aspeknya jelas memberikan keuntungan banyak kepada pembangunan pertanian rakyat dan penjagaan lingkungan hidup, termasuk konservasi sumber daya lahan, namun penerapannya tidak mudah dan akan menghadapi banyak kendala. Faktor-faktor kebijakan umum dan sosio-politik sangat menentukan arah pengembangan sistem pertanian sebagai unsur pengembangan ekonomi (Sutanto, 2002). Sistem pertanian organik mengajak manusia kembali ke alam, sambil tetap meningkatkan produktivitas hasil tani melalui perbaikan kualitas tanah dengan tidak memakai atau mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia. Pertanian organik menghargai kedaulatan dan otonomi petani berdasarkan nilai-nilai lokal.
Rosenow, et all (1996) menyatakan pertanian organik dalam versi lain, yaitu merupakan sistem pertanian yang mempromosikan aspek 8 lingkungan, sosial, ekonomi, dengan memproduksi pangan dan serat. Sistem ini memperhatikan kesuburan tanah sebagai dasar kapasitas produksi dan sifat alami tanaman, hewan, biofisik, landscap, sehingga mampu mengoptimalkan kualitas semua faktor-faktor yang saling terintegrasi atau tergantung tersebut. Pertanian organik menekankan praktek rotasi tanaman, daur ulang limbah-limbah organik secara alami tanpa input kimia. Tingkat persediaan optimal bahan-bahan organik tersebut dibutuhkan untuk mencapai siklus nutrisi unsur hara dalam tanah. Oleh karena itu, pertanian organik bisa dikatakan sebagai dasar produksi hasil pertanian, dasar untuk peternakan hewan, dasar untuk keseimbangan ekologi secara alami.
Filosofi pertanian organik adalah siklus kehidupan menurut hukum alam, kembali ke alam, selaras dengan alam, melayani alam secara ikhlas, utuh, holistik, sehingga alam pun akan memberikan hasil produksi pertanian yang maksimal kepada manusia. Jadi, hubungan ini bersifat timbal balik. Terdapat perbedaan yang mencolok antara pertanian organik dan konvensional, baik secara anatomi maupun ekonomi.
Jenis-jenis Pupuk
Menurut Hamida (2010) Pupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan asal, senyawa, fasa, cara penggunaan, reaksi fisiologi, jumlah dan macam hara yang dikandungnya. Adapun jenis – jenis pupuk adalah sebagai berikut :
1.      Berdasarkan asal :
·         Pupuk alam, merupakan pupuk yang terdapat di alam atau dibuat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya, pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk guano, pupuk hijau, dan pupuk batuan P.
·         Pupuk buatan, merupakan pupuk yang dibuat oleh pabrik. Misalnya, TSP, urea, rustika, dan nitrophoska. Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui proses fisika atau proses kimia.
 Berdasarkan senyawa :
·         Pupuk organik, merupakan pupuk yang berupa senyawa organik. Kebanyakan pupuk alam tergolong pupuk organik, seperti pupuk kandang, pupuk kompos, dan pupuk guano. Pupuk alam tidak termasuk pupuk organik, seperti rock phosphate, umumnya berasal dari batuan sejenis apatit (Ca3(PO4)2)
·         Pupuk anorganik atau mineral merupakan pupuk dari senyawa anorganik. Hampir semua pupuk buatan tergolong pupuk anorganik.
1.      Berdasarkan fasa :
·         Pupuk padat, merupakan kelarutan yang beragam, mulai yang mudah larut dalam air sampai yang sukar larut.
·         Pupuk cair, merupakan pupuk yang dilarutkan dulu ke dalam air, umumnya pupuk ini disemprotkan ke daun. Karena mengandung banyak hara, baik makro  maupun mikro, harganya relatif mahal. Pupuk amoniak cair merupakan pupuk cair yang kadar N-nya sangat tinggi sekitar 83%, penggunaannya dapat diinjeksikan melalui tanah.
1.      Berdasarkan cara penggunaan :
·         Pupuk daun, merupakan pupuk yang cara pemupukan dilarutkan dalam air dan disemprotkan pada permukaan daun.
·         Pupuk akar atau pupuk tanah, merupakan pupuk yang diberikan ke dalam tanah di sekitar agar diserap oleh akar tanaman.
1.      Berdasarkan reaksi fisiologi :
·         Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis masam, artinya bila pupuk diberikan ke dalam tanah, menimbulkan kecenderungan tanah menjadi lebih masam (pH menjadi rendah). Misalnya, Za dan urea.
·         Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis basis, merupakan pupuk yang bila diberikan ke dalam tanah menyebabkan pH tanah cenderung naik, misalnya pupuk chili saltpeter, calnitro, kalsium sianida.
1.      Berdasarkan jumlah hara yang dikandung :
·         Pupuk yang hanya mengandung satu jenis hara tanaman saja. Misalnya, urea hanya mengandung hara N, TSP hanya mengandung hara P saja (meskipun ada mengandung hara Ca)
·         Pupuk majemuk, merupakan pupuk yang mengandung 2 atau lebih hara tanaman. Contoh : NPK, amophoska, dan nitrophoska.
1.      Berdasarkan macam hara tanaman :
·         Pupuk makro, merupakan pupuk yang hanya mengandung hara makro saja.
·         Contohnya NPK dan nitrophoska.
·         Pupuk mikro, merupakan pupuk yang hanya mengandung hara mikro saja.
·         Contohnya mikrovet, mikroplek, metalik.
·         Pupuk campuran makro dan mikro, misalnya pupuk gandasil, bayfolan, rustika.
Syarat-syarat Pupuk Organik
Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari sisa tanaman, hewan, atau manusia, seperti pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos yang berbentuk cair maupun padat. Pupuk organik bersifat bulky dengan kandungan hara makro dan mikro rendah sehingga diperlukan dalam jumlah banyak. Keuntungan utama menggunakan pupuk organik adalah dapat dapat memperbaiki kesuburan kimia, fisik, dan biologis tanah, selain sebagai sumber hara bagi tanaman (Suriyadikarta, 2006).
Syarat-syarat yang harus dimiliki pupuk organik, yaitu : a). Zat N atau zat lemasnya harus terdapat dalam bentuk persenyawaan organik, jadi harus mengalami peruraian menjadi persenyawaan N yang mudah dapat diserap oleh tanaman. b). Pupuk tersebut dapat dikatakan tidak meninggalkan sisa asam organik di dalam tanah. c). Pupuk organik tersebut seharusnya mempunyai kadar persenyawaan C organik yang tinggi, seperti hidrat arang (Sutejo dan Kartasaputra, 1990).
Manfaat Pupuk Organik 
Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif menurun produktivitasnya dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah, yaitu 2%. Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik sekitar 2,5%. Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. 
Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beraneka ragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia yang sangat beragam sehingga pengaruh dari penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi. Selain itu, peranannya cukup besar terhadap perbaikan sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan. Pupuk organik yang ditambahkan ke dalam tanah akan mengalami beberapa kali fase perombakan oleh mikro organisme tanah untuk menjadi humus.Bahan organik juga berperan sebagai sumber energi dan makanan mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman.
Rosmarkam dan Nasih (2002), menyatakan sifat-sifat baik yang dimiliki pupuk organik terhadap kesuburan tanah antara lain sebagai berikut :
a.  Bahan organik dalam proses mineralisasi akan melepaskan hara tanaman yang lengkap (N, P, K, Ca, Mg, S, serta hara mikro) dalam jumlah tidak terlalu banyak dan relatif kecil.
b. Bahan organik dapat memperbaiki struktur tanah, menyebabkan tanah menjadi ringan untuk diolah, dan mudah ditembus akar
c.  Bahan organik dapat mempermudah pengolahan tanah-tanah yang berat.
d.   Bahan organik meningkatkan daya menahan air, sehingga kemampuan tanah untuk menyediakan air menjadi lebih banyak san kelengasan air lebih terjaga.
e.   Bahan organik membuat permeabilitas tanah menjadi lebih baik, menurunkan permeabilitas pada tanah bertekstur kasar (pasiran) dan meninggalkan permeabilitas pada tanah bertekstur sangat lembut (lempungan).
f.  Bahan organik meningkatkan KPK (kapasitas pertukaran kation) sehingga kemampuan mengikat kation menjadi lebih tinggi. Akibatnya, jika tanah yang dipupuk dengan bahan organik dengan dosis tinggi, hara tanaman tidak mudah tersusun.
g.   Bahan organik memperbaiki kehidupan biologi tanah (baik hewan tingkat tinggi ataupun tingkat rendah) menjadi lebih baik karena ketersediaan makan lebih terjamin.

DAFTAR PUSTAKA
Hamidah. (2010). http://hamidahmamur.wordpress.com/ 2010/05/28/jenis-dankegunaan–unsur –hara.
Joko Prayogo, Toni Suyono, Michael Berney. 1999.  Apa itu pertanian Organik? Pusat Pengembangan Penataran Guru Pertanian (VEDCA) Cianjur. Indah Offset Malang.
Kasumbogo Untung. 1997. Pertanian Organik Sebagai Alternatif Teknologi dalam Pembangunan Pertanian. Diskusi Panel Tentang Pertanian Organik. DPD HKTI Jawa Barat, Lembang 1996.
Rosmarkam, A dan N.W Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.
Rosenow, Soltysiak, dan Verschuur. 1996. Organic Farming, Sustainable Agriculture Put Into Practice. Jerman: IFOAM.
Sutanto, Rachman. 2002. Penerapan Pertanian Organik, Pemasyarakatan & Pengembangannya. Yogyakarta: Kanisius.
Suryadikarta, DidiArti. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
Sutedjo, M. M., dan A.G. Kartasaputra, 1990. Pupuk dan Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.

Sutanto, Rachman. (2002). Pertanian organik: Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Jakarta: Kanisius. ISBN 979-21-0187-X, 9789792101874.

Senin, 22 Oktober 2018 0 komentar
Hallo teman-teman, di postingan kali ini kami akan membagikan tentang mengenal tentang seperti apa itu  yang dimaksud teknologi off-season. Seperti yang diketahui, sampai saat ini masih banyak petani/pelaku agrobisnis tanaman buah yang belum menetahui teknologi off-season. Padahal. teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membuahkan tanaman di luar musim sehingga tanaman bisa terus berbuah sepanjang waktu.

Nah, untuk penjelasan selanjutnya teman-teman dapat klik DISINI



Untuk artikel lebih lengkap dapat diakses di: 

Cara membuat Tanaman Buah Dalam Pot Yang Cepat Berbuah


Cara Membuat Tanaman Buah dalam Pot yang Cepat Berbuah 
Tanaman buah dalam pot atau tabulampotsalah satu metode yang digunkan untuk membudidayakan tanaman di lahan yang terbatas. Cocok banget buat kamu yang pengen menanam tanaman buah yang biasanya tinggi, hanya bermodal pot yang cukup besar, jadi deh tabulampot.
Sebenarnya, metode menanam tanaman buah dalam pot ini sudah lama berkembang, kira-kira sejak tahun 1970-an. Perkembangannya bukan hanya dari jenis tanaman yang terus bertambah saja, tapi juga teknologi agar metode ini lebih optimal hasilnya.
Bahkan, sekarang sudah banyak penyedia bibit tabulampot yang bisa jadi alternatif kalau kamu tidak mau ribet bikin bibitnya.
Cara Membuat Tanaman Buah Dalam Pot
Membuat tabulampot cukup mudah, seperti menanam tanaman pada umumnya, hanya ada sedikit berbeda saja. Ikuti beberapa langkah berikut untuk keberhasilan dalam menanam buah di dalam pot.
1. Menyiapkan Bibit
Salah satu bagian paling penting dalam membudidayakan sebuah tanaman adalah pemilihan bibit. Nah, terdapat dua jenis bibit tanaman, pertama adalah bibit yang dihasilkan dari perbanyakan dari biji, kedua adalah bibit dari hasil cangkok atau okulasi.
Jika kamu akan membuat tabulampot, sebaiknya gunakan bibit dari hasil perbanyakan vegetatif, seperti cangkok. Karena, bibit dari hasil vegetatif akan memiliki sifat yang sama dengan induknya.
Sehingga, nantinya kita bisa memprediksi hasil buahnya seperti apa. Selain itu, bibit yang didapatkan hari hasil cangkok akan lebih cepat berbuah. Tapi, ada satu kekurangan menggunakan bibit hasil cangkok, akar dari tanamannya kurang kuat, sehingga tanaman gampang roboh.
2. Menyiapkan Media Tanam
Media tanam itu ada bermacam-macam, fungsinya untuk tempat tumbuh dan menopan tanaman. Selain memberikan nutrisi untuk tanaman, media ini juga harus bisa menyimpan air yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
Untuk tabulampot, media yang biasa digunakan adalah campuran tanah, arang sekam, dan kompos, perbandingannya 1:1:1. Atau, kamu juga bisa mengombinasikan tanah, pupuk kandang, dan sekam padi, perbandingannya sama, 1:1:1.
Ada sedikit perlakukan khusus terhadap media yang kita siapkan. Di daerah tropis seperti Indonesia, tanah atau material organik lainnya cenderung memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Nah, kamu bisa menambahkan kapur pertanian atau dolomit ke dalam campuran media.
3. Menyiapkan Pot
Seperti namanya, tentu kita membutuhkan pot sebagai tempat menanam. Berbagai jenis pot bisa kamu gunakan, mulai dari pot berbahan tanah liat, plastik, logam, kayu, atau semen. Tapi, pot dengan bahan tanah liat dan kayu merupakan jenis yang paling cocok untuk tabulampot.
Alasan tanah liat dan kayu baik karena kedua jenis pot ini memiliki pori-pori, sehingga kelembaban dan suhu media tanam lebih stabil. Tapi, ada juga kelemahan dari kedua bahan pot ini, keduanya tidak bertahan lama.
Selain bahan yang bagus, pot yang digunakan juga harus memiliki kaki atau alas. Gunanya, agar pot tidak langsung menyentuh tanah. Hal ini penting, karena untuk aliran drainase dan memudahkan pengawasan terhadap akar tanaman, agar tidak menembus sampai ke bawah.
4. Penanaman Bibit
Untuk menanam bibit ke dalam pot, kamu perlu mengikuti langkah-langkah berikut.
1.      Pertama, siapkan media tanam, lalu ayak dan buang kerikil yang ada. Kamu bisa mencampur dulu semua bahan media baru di ayak, atau mengayak dulu baru dicampur.
2.      Setelah itu, siapkan pot yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran tanaman. Kamu bisa menggunakan pot ukuran kecil terlebih dahulu. Ketika tanaman bertambah besar, kamu bisa mengganti ukuran pot mengikuti pertumbuhan tanaman, sekaligus untuk mengganti media tanam.
3.      Letakkan pecahan genteng di dasar pot, cukup satu lapis saja. Lalu, di atasnya tambahkan lapisan ijuk atau sabut kelapa.
4.      Kemudian, isi pot dengan media tanam, sampai kira-kira setengahnya.
5.      Sebelum tanaman di tanam, pangkas dulu sebagian daun atau batang pohon untuk mengurangi penguapan.
6.      Buka polybag bibit tanaman, lalu letakkan pohon buah di tengah-tengah pot. Setelah itu, tambahkan media tanam sampai pangkal batang.
7.      Padatkan media tanam dengan ditekan-tekan yang dekat dengan batang, dan pastikan kalau pohon dapat berdiri dengan baik.
8.      Siram tanaman agar kelembaban media dan tanaman terjaga.
9.      Simpan tanaman buah yang sudah ada dalam pot di tempat yang teduh. Jangan lupa siram setiap pagi dan sore.
10.  Setelah satu minggu, baru deh tabulampot bisa kamu letakkan di tempat terbuka.
Perawatan Tabulampot
Setelah penanaman pohon selesai, kita perlu merawat tanamannya agar tumbuh dengan baik.
1. Penyiraman
Tabulampot yang sudah kamu buat haruslah diletakkan di tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
Ketika musim kemarau, lakukanlah penyiraman setiap hari, kamu bisa melakukannya siang atau sore. Saat musim hujan, penyiraman cukup ketika media tanamannya kering saja. Penyiraman tanaman ini bisa kamu lakukan menggunakan gembor atau selang air.
Kalau kamu memiliki tabulampot dalam jumlah yang banyak, bisa dibuat sistem irigasi untuk penyiramannya. Kamu bisa menggunakan sistem irigasi tetes, selain irit tenaga kerja, cara ini juga akan menghemat air dan akan mudah dikontrol.
Tapi, irigasi tetes ini memerlukan investasi yang bisa dibilang nggak murah. Kamu bisa cari-cari tentang cara penyiraman dengan irigasi tetes ini di internet.
2. Pemangkasan
Pemangkasan tanaman tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, kamu bisa melakukan pemangkasan ini untuk pembentukan, dengan teori 1-3-9. Artinya, setiap 1 batang primer, terdapat maksimal 3 batang sekunder, dan dalam 1 batang sekunder, maksimal ada 3 batang tersier.
Guna pemangkasan pohon adalah untuk membentuk tajuk baru dan mengatur postur dari tanaman agar sinar matahari dapat mengenai semua bagian tanaman. Selain itu, pemangkasan ini juga untuk membuat bentuk tanaman lebih bagus dipandang.
Ada juga pemangkasan untuk produksi, pemangkasan ini kaitannya dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan dilakuakn pada tunas air untuk merangsang terjadinya pembungaan. Selain itu, pemangkasan ini juga bisa dilakukan terhadap batang yang terkena penyakit.
Nah yang terakhir adalah pemangkasan untuk peremajaan, dilakukan pada tanaman yang sudah tua. Jika tabulampot sudah tua, kamu bisa melakukan penggantian pot dan media tanam. Pada tahap ini, beberapa cabang perlu dipangkas, bahkan pada kasus tertentu, kita hanya menyisakan batang primernya saja.
3. Pemupukan
Ketika kita melakukan budidaya tanaman dengan cara tabulampot, ada satu hal yang pasti, yaitu cadangan nutrisi yang terbatas. Oleh karena itu, kita perlu melakukan pemupukan pada tabulampot yang sudah kita buat.
Pemupukan dilakukan pertama kali setelah satu bulan tanaman di tanam. Setelah itu, kamu bisa melakukannya setiap 3-4 bulan sekali.
Pupuk yang digunakan, sebaiknya adalah pupuk organik, bisa kompos, pupuk kandang, atau pupuk organik cair. Walaupun kandungan di dalam pupuk-pupuk tersebut tidak seakurat pupuk kimia, tapi pupuk organik ini memiliki unsur hara yang lebih lengkap.
Kamu juga bisa menggunakan pupuk kimia, tapi hanya pada saat-saat tertentu saja. Misal, ketika pembungaan dan pembuahan, saat tanaman memerlukan unsur hara makro seperti K dan P dalam jumlah yang banyak.
Bukan cuma unsur hara makro saja, tetapi juga unsur hara mikro seperti Mn, Ca, Fe, dan unsur lainnya. Nah, di dalam pupuk kimia, kita bisa memastikan takaran yang tepat.
4. Pengendalian Hama Dan Penyakit
Pengendalian atau pencegahan hama dan penyakit, sebaiknya kamu lakukan sejak awal, ketika memilih bibit. Perhatikan bibit yang kamu pilih, biasanya bibit unggul akan memiliki ketahanan terhadap hama dan juga penyakit tertentu.
Selain itu, kamu bisa melakukan pencegahan serangan hama dan penyakit dengan menjaga kebersihan media tanam. Bersihkan gulma dan semak atau daun yang jatuh di sekitar tabulampot, karena bisa jadi beberapa hal itu menjadi penyebab datangnya hama dan penyakit.
Tapi, ketika tabulampot yang kamu buat sudah terkena hama atau penyakit, pertama yang harus dilaukan adalah pemberantasan secara manual. Misalnya saja ketika yang menyerang adalah ulat, kamu bisa langsung membuangnya atau memangkas ranting yang terkena penyakit.
Pencegahan saat tanaman berbuah, kamu bisa melindungi buah dengan plastik atau jaring pelindung. Atau, kamu juga bisa memasang perangkap hama, seperti menggunakan hormon feromon untuk menarik perhatian lalat buah.
Kalau tanaman yang terkena hama disemprot dengan pestisida, untuk tabulampot, hal ini menjadi dilema. Karena, biasanya tabulampot akan ditanam di sekitar pekarangan yang tentu dekat dengan pemukiman warga.
Pestisida bisa menjadi hal yang sangat berbahaya dan akan mencemari lingkungan sekitar. Sebaiknya, kamu gunakan pestisida organik jika ingin. Tapi, jika sangat terpaksa, pestisida kimia bisa digunakan tapi dengan sangat hati-hati dan jangan melebihi dosis yang ada di aturan pakai.
5. Penggantian Media Tanam Dan Pot
Ketika tabulampot sudah mencapai ukuran tertentu, maka perlu dipindahkan ke pot yang lebih besar. Ruang dalam pot haruslah cukup luas untuk ruang gerak tanaman.
Pemindahan dilakukan sekaligus dengan penggantian media tanam. Selain itu, perlu juga dilakukan peremajaan tanaman seperti pemangkasan akar.
Kamu bisa memangkas akar yang panjangnya lebih dari 25 cm, karena akar yang terus tumbuh pasti akan membuat media tanam padat dan pot menjadi penuh sesak. Selain akar, kamu juga bisa memangkas beberapa daun dan batang untuk mengurangi terjadinya penguapan.
Cara Agar Tanaman Buah Dalam Pot Cepat Berbuah
Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar tabulampot cepat berbuah.
1. Kecukupan Sinar Matahari
Pada dasarnya, semua jenis tanaman buah sangat membutuhkan paparan sinar matahari. Tentu dalam jumlah yang wajar dan memadai, karena tanaman membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis.
Tetapi, tidak semua tanaman itu kebutuhan sinar mataharinya sama, ada yang suka, tapi ada juga yang tidak suka terkena paparan sinar matahari yang berlebihan.
Tanaman buah yang suka sinar matahari antara lain adalah kelengkeng, sirsak, ceri, dan mangga. Sedangkan tanaman yang kebutuhan terhadap sinar mataharinya sedang adalah buah manggis dan belimbing.
2. Pengendalian Air Saat Penyiraman
Untuk mendapatkan tabulampot yang cepat berbuah, kamu tidak bisa menyiramnya dengan sembarangan. Kalau kurang air tanaman bisa mati kekeringan, tapi kalau terlalu banyak pun bisa mati karena busuk. Perlu dilakukan penyesuaian, tergantung kebutuhan air dari tanaman buah itu sendiri.
Contohnya seperti tanaman buah mangga, ketika baru saja ditanam dalam pot, kamu tidak perlu menyiramnya setiap hari. Cukup beberapa hari setelah ditanam saja, karena idelanya, setelah sekian hari, tanaman buah mangga akan mampu beradaptasi di dalam pot. Jadi kamu bisa menyiramnya secara normal setelah itu.
Ada juga tanaman yang ketika ditanam pada tempat yang teduh akan rentan terkena stres air. Oleh karena itu, kamu penyiraman dilakukan minimal 1 kali seminggu. Tetapi, jika diletakkan pada tempat panas, penyiraman dilakukan minimal 3 hari sekali.
Penyiraman perlu diperhatikan karena jika tanaman mendapatkan suplai air yang berlebih, maka bunganya akan jarang muncul, yang subur cuma daunnya saja.
Ketika musim kemarau, sebaiknya dilakukan penyiraman 2 kali sehari, yaitu pada saat pagi dan sore hari. Saat pagi, jangan menyiram pada bagian daun karena dapat menyebabkan daun layu disebabkan fotosintesis terganggu.
3. Pemangkasan
Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada daun-daun yang sudah tua saja, dan perlu dilakukan perencanaan yang baik sebelum pemangkasan. Selain akan membuat tanaman cepat berbuah, tampilan tanaman juga bisa menjadi lebih cantik.