PEMANFAATAN
SERBUK BUAH PEPAYA UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)
Pepaya (Carica
papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan
dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak
ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C.
Pepaya adalah
satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia
diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil
dari nama bahasa Arawak, "pepaya".
Pepaya (Carica
papaya L.) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai
palma, bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan,
rasanya seperti buah melon (Suprapti, 2005).
Lebih dari seperempat jumlah populasi dunia saat ini menderita hipertensi. Di indonesia banyaknya penderita hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui fakor resikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia (Smeltzer, 2001).
Hipertensi atau
tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang
membutuhkannya (Notoatmodjo, 2005).
Hipertensi sulit
disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala khusus. Menurut
Notoatmodjo (2005), gejala-gejala yang mudah diamati antara lain yaitu : gejala
ringan, pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa
pegal, telinga berdengung, sukar tidur, sesak nafas, rasa berat di tengkuk,
mudah lelah, mata berkunang-kunang, mimisan (keluar darah dari hidung).
Penatalaksanaan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat dilakukan dengan dua jenis yaitu penatalaksanaan farmakologis dan penatalaksanaan non farmakologis. Pengobatan hipertensi juga dapat dilakukan dengan terapi herbal. Untuk tanaman herbal sendiri ada lima macam cita rasa dari tanaman obat yaitu pedas, manis, asam, pahit, dan asin. Penyajian obat-obatan herbal khususnya dalam terapi hipertensi disuguhkan dengan beberpa cara, misalnya dengan dimakan langsung, disajikan dengan dibuat jus untuk diambil sarinya, diolah menjadi obat ramuan ataupun dimasak sebagai pelengkap menu sehari-hari (Wiryowidagdo, 2002).
Salah satu pengobatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan mengkonsumsi air rebusan daun pepaya, namun banyak kalangan yang tidak menyukainya sehingga kami berinovasi untuk membuat ramuan atau obat dari buah pepaya. Dimana buah pepaya sangat baik untuk kesehatan (Depkes, 2007).
Untuk file lebih lengkapnya bisa di Download DI SINI
Alasan
mengangkat artikel ini bisa dilihat DI SINI
DAFTAR
PUSTAKA
DepKes RI. 2007. Lampiran keputusan
Menteri Kesehatan Nomor :381/Menkes/SK/III/2007 mengenai Kebijakan Obat tradisionalNasional Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.
Notoatmodjo, S. 2005. Metodelogi Penelitian Kesehatan.
Jakarta: Rineka Cipta.
Smeltzer, C. S & Bare, G. B. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medica Medah Edisi8.
Jakarta. EGC.
Wiryowidagdo, S & Sitanggang, M. 2002.Tanaman Obat untuk Penyakit Jantung, Darah
Tinggi, dan Kolestrol. Jakarta. PT Rgomedia Pustaka.
0 komentar:
Posting Komentar