Senin, 03 Desember 2018 0 komentar

PERAN APLIKASI SIPINDO (SISTEM INFORMASI PETANI INDONESIA) BAGI PERKEMBANGAN AGRIBISNIS DI INDONESIA – Janeffer Flaurence Tarehy – 522016079

PERAN APLIKASI SIPINDO (SISTEM INFORMASI PETANI INDONESIA) BAGI PERKEMBANGAN AGRIBISNIS DI INDONESIA


Hai teman-teman, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah artikel yang membahas mengenai peran sebuah aplikasi pertanian berbasis android yang dapat membantu mempermudah kegiatan pertanian bukan hanya bagi petani, namun juga bagi mitra penyuluh dan pedagang. 
Aplikasi ini bernama SIPINDO (Sistem Informasi Petani Iindonesia),  yaitu aplikasi bagi petani yang bekerja sama produsen benih sayuran PT East West Seed Indonesia (Ewindo) bersama konsorsium G4AW SMARTseeds, menambah fitur baru untuk meningkatkan keuntungan bagi petani. SMARTseeds sendiri merupakan proyek dari Geodata for Agriculture and Water (G4AW) yang didanai oleh Netherlands Space Office (NSO), salah satu dari 17 projek di seluruh dunia.
Nah, untuk mengetahui lebih lengkapnya mengenai apa saja keunggulan dan peranan aplikasi ini, teman-teman bisa membacanya pada artikel saya yang saya angkat dari tugas akhir mata kuliah SIP (Sistem Informasi Pertanian) dengan mengklik link di bawah ini.
Klik DISINI

Alasan mengapa saya mengangkat artikel ini dapat dicek DISINI

Semoga bermanfaat ^_^


Referensi

Hakim S, Rachmad, dan Ir. Sutarto, M.Si. 2009. Mastering JAVA. Elex Media Komputindo: Jakarta.
Jogiyanto H.M, 1999. Analisis dan Disain Sistem Informasi. Andi: Yogyakarta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1998. Pustaka Amani: Jakarta.
Newswire. 2018. Aplikasi Sipindo Semakin Untungkan Petani.  http://industri.bisnis.com/read/20181012/99/848939/aplikasi-sipindo-semakin-untungkan-petani
Santoso, Harip. 2006. Membuat Database pada SQL Server 2000 Menggunakan VB 6. PT Elexmedia Komputindo: Jakarta.



Pemanfaatan Serbuk Buah Pepaya Untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) - Melfa Br Sirait - 522016066



PEMANFAATAN SERBUK BUAH PEPAYA UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)

Hasil gambar untuk gambar serbuk buah pepaya
Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C.
Pepaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "pepaya".
Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma, bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan, rasanya seperti buah melon (Suprapti, 2005).
Lebih dari seperempat jumlah populasi dunia saat ini menderita hipertensi. Di indonesia banyaknya penderita hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50% diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui fakor resikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia (Smeltzer, 2001).
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya (Notoatmodjo, 2005).
Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala khusus. Menurut Notoatmodjo (2005), gejala-gejala yang mudah diamati antara lain yaitu : gejala ringan, pusing atau sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa pegal, telinga berdengung, sukar tidur, sesak nafas, rasa berat di tengkuk, mudah lelah, mata berkunang-kunang, mimisan (keluar darah dari hidung).
Penatalaksanaan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat dilakukan dengan dua jenis yaitu penatalaksanaan farmakologis dan penatalaksanaan non farmakologis. Pengobatan hipertensi juga dapat dilakukan dengan terapi herbal. Untuk tanaman herbal sendiri ada lima macam cita rasa dari tanaman obat yaitu pedas, manis, asam, pahit, dan asin. Penyajian obat-obatan herbal khususnya dalam terapi hipertensi disuguhkan dengan beberpa cara, misalnya dengan dimakan langsung, disajikan dengan dibuat jus untuk diambil sarinya, diolah menjadi obat ramuan ataupun dimasak sebagai pelengkap menu sehari-hari (Wiryowidagdo, 2002).
Salah satu pengobatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan mengkonsumsi air rebusan daun pepaya, namun banyak kalangan yang tidak menyukainya sehingga kami berinovasi untuk membuat ramuan atau obat dari buah pepaya. Dimana buah pepaya sangat baik untuk kesehatan (Depkes, 2007).

Untuk file lebih lengkapnya bisa di Download DI SINI 
Alasan mengangkat artikel ini bisa dilihat DI SINI

DAFTAR PUSTAKA

DepKes RI. 2007. Lampiran keputusan Menteri Kesehatan Nomor :381/Menkes/SK/III/2007 mengenai Kebijakan Obat tradisionalNasional Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Notoatmodjo, S. 2005. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Smeltzer, C. S & Bare, G. B. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medica Medah Edisi8. Jakarta. EGC.
Wiryowidagdo, S & Sitanggang, M. 2002.Tanaman Obat untuk Penyakit Jantung, Darah Tinggi, dan Kolestrol. Jakarta. PT Rgomedia Pustaka.